Nov
23
2014

IGOS Nusantara X beta

IGOS Nusantara X.0 beta atau IGN X.0 telah tersedia tanggal 20 Novemver 2014. IGN X.0 memakai basis distro Fedora 21. Penggantian basis distro secara otomatis akan memperbarui aplikasi ke versi terbaru. Penomoran versi IGOS Nusantara versi X ini untuk merujuk […]
Nov
23
2014

Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 2

Pada tutorial sebelumnya : Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver, sudah dibahas mengenai persiapan dan setting awal VM Windows Server 2008 R2 64 bit yang diinstall diatas Proxmox VE versi 3.3. Tutorial kali ini akan berlanjut dengan proses instalasinya.

LANGKAH 3 : MENAMBAHKAN CD/DVD VIRTUAL VIRTIO DRIVER

Sebelum menjalankan VM, tambahkan 1 buah CD/DVD ROM, pilih iso dan set agar merujuk ke file iso virtio (virtio-win-0.1-81.iso) :

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-9

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-15

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-16

Posisi saat ini, ada 2 buah CD/DVD yang ada dalam VM, yaitu 1 DVD virtual untuk installer Windows 2008 R2 dan 1 DVD virtual berisi virtio driver.

LANGKAH 4 : INSTALASI WINDOWS VM

Pada tahap ini, langkahnya cukup mengikuti wizard sebagaimana proses instalasi Windows Server secara normal.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-10

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-11 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-12

Pilih model instalasi Custom/Advanced saat ditanyakan pilihan tipe instalasi

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-13

Saat melakukan deteksi hardware, kemungkinan besar Windows installer tidak mendeteksi adanya harddisk. Tidak apa-apa, karena kita perlu melakukan load driver virtio.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-14

Pilih menu Load Driver, kemudian pilih Browse dan masuk ke folder ke folder CD/DVD ROM,  Win7, AMD64. Saat memilih folder, sesuaikan dengan versi Windows yang digunakan. Untuk Windows Server 2012 misalnya, pilih folder WIN8 karena Windows Server 2012 usia release-nya sama dengan Windows 8, minimal mereka berdua seumuran :-P

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-17

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-18

Pilih seluruh driver yang ada dengan cara menekan tombol SHIFT dan memilih driver yang tersedia, setelah beberapa saat, semestinya Windows installer bisa mendeteksi harddisk berbasis Virtio driver, termasuk network cardnya.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-19 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-20

Lanjutkan proses instalasi sebagaimana mestinya proses instalasi Windows Server dilakukan, hingga selesai.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-21 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-22

Jika sebelumnya pernah menggunakan VM berbasis Windows pada Proxmox versi awal, semestinya cukup appreciate pada perkembangan Proxmox saat ini karena VM Windowsnya berjalan secara responsif dan cepat. Ini berarti Proxmox lebih dari cukup dan sangat memadai untuk dijadikan sebagai host virtualization baik untuk VM berbasis Windows maupun VM berbasis Linux.

Iklan : Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mempelajari Proxmox, Excellent memiliki schedule training di bulan Desember 2014 : Training Mastering Proxmox VE (iSCSI/NFS/DRBD Cluster & High Availability), 13-14 Desember 2014 

Nov
23
2014

Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 1

Beberapa tahun yang lalu-saat masih memakai Proxmox versi 1.4-1.5-performa Windows VM diatas Proxmox rasanya tidak terlalu memuaskan. Performanya masih kalah dibandingkan dengan VirtualBox. Apalagi jika dibandingkan dengan VMware vSphere.

Masa dan tahun berlalu, kini performa VM Windows server diatas Proxmox VE lebih trengginas. Saya sempat kaget saat beberapa hari yang lalu memberikan special class training Proxmox dan melakukan simulasi Windows Server 2008 R2 64 bit, hasilnya responsif dan berjalan dengan cepat.

Bagi rekan-rekan yang hendak mencoba implementasi Windows Server/Desktop diatas Proxmox, berikut adalah beberapa tips yang bisa digunakan :

  1. Pilih Bus/device Virtio untuk Storage
  2. Pilih Virtio/Paravirtualized untuk Network Card
  3. Pilih Cache : Write Back
  4. Pilih Tipe Storage : Raw

Berikut adalah proses pembuatan VM berbasis Windows Server 2008 R2 diatas Proxmox, sengaja saya buatkan dalam bentuk screenshot agar mudah dipahami.

 LANGKAH 1 : PERSIAPAN

  1. Install 1 buah server Proxmox. Tutorial ini menggunakan Proxmox VE versi 3.3 yang diinstall diatas HP server Proliant ML-370 G5
  2. Installer Windows 2008 R2 64 bit, bisa berbentuk DVD atau bisa juga dalam bentuk ISO. Sesuaikan dengan lisensi yang dimiliki
  3. Driver virtio dalam bentuk .iso, bisa didownload dari sini : http://alt.fedoraproject.org/pub/alt/virtio-win/latest/images/. Tutorial ini menggunakan file iso driver virtio-win-0.1-81.iso yang bisa digunakan hingga Windows 8 atau Windows 2012 Server

LANGKAH 2 : PEMBUATAN VM

Buat 1 buah VM berbasis Windows 7/2008, set memory, socket/core dan harddisk sesuai dengan keinginan.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-1vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-2

Untuk installer bisa menggunakan iso installer Windows Server 2008 atau bisa juga menggunakan DVD installer yang ditempatkan pada DVD ROM server Proxmox.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-3

Jangan lupa pilih Bus/Device : VIRTIO dengan format RAW disk image untuk harddisk. Cache bisa pilih Writeback  atau bisa juga pilih default Proxmox (tanpa cache)

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-4vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-5vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-6

Pilih network card model VirtiO (paravirtualized) untuk network card. Contoh berikut menggunakan skema bridge network default.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-7

Berikut adalah tampilan default VM saat pertama kali baru dibuat.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-8

Tahap berikutnya kita akan menambahkan 1 buah CD/DVD ROM untuk dijadikan sebagai CD/DVD virtual yang memuat driver virtio. Tutorialnya akan berlanjut pada : Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 2

Iklan : Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mempelajari Proxmox, Excellent memiliki schedule training di bulan Desember 2014 : Training Mastering Proxmox VE (iSCSI/NFS/DRBD Cluster & High Availability), 13-14 Desember 2014 

Nov
22
2014

Digital Painting Tutorial part 1 : Basic Skill

Digital Painting Tutorial part 1 : Basic Skill
FOSSGrafis.com - All About Graphics Open Source Tutorial

Pada intinya Digital Painting adalah media 2 dimensional yang dibuat tampak seperti 3 dimensi, jadi jika anda ingin membuat suatu [...]

Digital Painting Tutorial part 1 : Basic Skill
FOSSGrafis.com - All About Graphics Open Source Tutorial

Nov
21
2014

Masalah Pengiriman Email pada OwnCloud

Salah satu virtual server OwnCloud yang digunakan oleh Excellent mengalami kendala saat mengirimkan email notifikasi, misalnya notifikasi untuk informasi share dokumen. Saat dicheck via Apache status, hasilnya adalah sebagai berikut :

owncloud-logo

cloud:~ # service apache2 status
apache2.service – The Apache Webserver
Loaded: loaded (/usr/lib/systemd/system/apache2.service; enabled)
Active: active (running) since Fri 2014-11-21 11:48:57 WIB; 12h ago
Main PID: 844 (httpd2-prefork)
Status: “Total requests: 0; Current requests/sec: 0; Current traffic: 0 B/sec”
CGroup: /system.slice/apache2.service
|- 844 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4183 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4197 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4212 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4248 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 5203 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 5820 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 6610 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 6812 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11161 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11162 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11194 /usr/sbin/sendmail -t -i -oi -fsharing-noreply@cloud.excellent.co.id -t
`-11195 /usr/sbin/postdrop -r

Nov 21 23:51:06 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846358.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:16 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846622.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:26 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846870.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:36 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847103.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:46 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847342.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:56 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847590.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:06 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847835.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:16 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848106.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:26 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848396.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:36 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848672.11195: Permission denied

Hal ini terjadi karena hak akses postdrop dan postqueue dari engine Postfix tidak memiliki hak akses sebagaimana mestinya. Jika dicheck dengan perintah :

postfix check

Hasilnya adalah :

cloud:~ # postfix check
postfix/postfix-script: warning: not owned by group maildrop: /usr/sbin/postqueue
postfix/postfix-script: warning: not owned by group maildrop: /usr/sbin/postdrop
postfix/postfix-script: warning: not set-gid or not owner+group+world executable: /usr/sbin/postqueue
postfix/postfix-script: warning: not set-gid or not owner+group+world executable: /usr/sbin/postdrop

Untuk mengatasi hal ini, lakukan perintah berikut (jangan lupa sesuaikan posisi path folder masing-masing) :

chgrp maildrop /usr/sbin/postqueue
chgrp maildrop /usr/sbin/postdrop
chmod g+s /usr/sbin/postqueue
chmod g+s /usr/sbin/postdrop
systemctl start postfix
postfix check
service apache2 restart
service apache2 status

Setelah dilakukan penyesuaian folder dan hak akses, email bisa lancar dikirimkan dan notifikasi masuk inbox email dengan baik.

Nov
19
2014

Tips Mengirim Email agar tidak Masuk Junk/Spam

Berikut adalah beberapa tips bagi rekan-rekan yang ingin berkomunikasi via email, baik untuk melamar pekerjaan, korespondensi resmi ataupun sebagai bagian dari syarat suatu pendaftaran. Tips ini saya sarikan dari pengalaman menangani email server, termasuk mengamati banyaknya email false positive, yaitu email normal yang ditag sebagai spam oleh anti spam appliance karena satu atau lain hal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Baca petunjuk cara mengirim email yang diminta. Perhatikan penulisan subject, isi email maupun batasan maksimum jumlah attachment. Jika attachment dibatasi hanya 1 MB misalnya, umumnya email diatas kapasitas tersebut akan otomatis direject. Ingat, perusahaan/lembaga menerima banyak sekali lamaran, jangan sampai lamaran sudah terkena blacklist padahal belum dibaca sama sekali
  2. Sebaiknya Menulis Subject dalam Pola Title Case : Misalnya “Lamaran Pekerjaan Staff IT : Muhammad Rivai Andargini”. Jangan menulis CAPS LOCK alias HURUF KAPITAL semua karena anti spam biasanya memberikan penalti beberapa score point untuk penggunaan huruf kapital
  3. email-logo (1)Gunakan alamat email yang baik dan jangan menggunakan nama yang “nyeleneh”. Meski mungkin ingin menunjukkan jati diri, belum tentu pihak penerima memahami maksud si pengirim, apalagi jika digunakan untuk email komunikasi resmi. Contoh alamat email nyeleneh misalnya : nita_cantique, An4k_4l4y :-)
  4. Selalu isi subject email. Email tanpa subject biasanya terkena blacklist atau dipenalti sebagai spam
  5. Selalu isi body email, minimal kalimat sopan pengantar isi email. Email tanpa body akan menerima beberapa point pemberatan dan dicurigai sebagai spam
  6. Hindari menggunakan attachment dalam format aneh seperti .exe, .scr, .pps dan lain-lain karena biasanya ditumpangi virus. Mail server yang baik otomatis akan memblokir/mereject email dengan attachment tersebut
  7. Hindari menggunakan attachment gambar dalam format .bmp. Ukurannya besar sekali (rata-rata 3 MB). Sebaiknya gunakan .jpg atau .png
  8. Jika menggunakan email yang disediakan gratis oleh penyedia layanan (misalnya Gmail, Hotmail dan Yahoo), sebaiknya gunakan Gmail. Tidak ada statistik valid sih, tapi biasanya koneksi dari dan ke mail server gmail relatif lebih lancar (note, ini rekomendasi pribadi, silakan diabaikan jika merasa kurang sreg, jangan sampai saya dimusuhi oleh Yahoo atau Hotmail gara-gara menulis tips ini :-D)
  9. Jika memungkinkan, gunakan format email Plain Text. artinya tidak ada embel-embel format HTML seperti warna-warni, bold, italic, underline dll. Memang sih format email HTML lebih menarik, namun success rate kiriman lebih rendah daripada format plain text karena sebagian anti spam biasanya memberikan score penalti jika menggunakan format HTML
  10. Hindari attachment dalam format yang tidak umum, apalagi jika dipassword pula . Sebagian anti spam memblock email zip/rar/pdf berpassword. Format PDF sudah cukup standard, tampilan tidak berubah, namun sebaiknya jangan dipassword. Kita kan bukan hendak kirim slip tagihan kartu kredit kita ke perusahaan tempat kita melamar.

Sebagai penutup, tips ini sekedar saran, silakan diikuti dan silakan pula diabaikan, gunakan preferensi pribadi. Saya menulis tips ini karena sejak beberapa hari yang lalu memperhatikan pola pengenalan spam dari beberapa anti spam dan melihat score masing-masing email yang masuk. Siapa tahu bermanfaat.

Nov
17
2014

Update Firmware pada Server HP/Compaq Proliant-Bagian 2

Setelah proses mendapatkan iso firmware dan HP Service Pack for Proliant (SSP), saya siap melakukan proses update firmware. Untuk melakukan update firmware ini, saya melakukannya 2x. Yang pertama menggunakan DVD yang berisi hasil burning file firmware-10.10-0.iso. Berikut adalah langkah-langkahnya :

  1. Hidupkan server dengan posisi boot via CD/DVD ROM
  2. Karena tidak mau repot, saat pilihan pertama, saya pilih automatic (bertolak belakang dengan tampilan screenshot dibawah ini :-D) :
    vavai-update-firmware1
  3. Tunggu hingga update firmware selesai dijalankan. Prosesnya butuh waktu sekitar 5-15 menit
  4. Setelah selesai, restart server dan jangan lupa keluarkan DVD firmware yang sebelumnya dimasukkan

Setelah update firmware tahap 1, saya melakukan update ulang menggunakan DVD Service Pack for Proliant (SSP) versi 2014.06.0. Kali ini saya berusaha menjadi SysAdmin sejati dengan memilih menu interactive :-D. Berikut adalah beberapa screenshot yang saya ambil siapa tahu bisa membantu sebagai gambaran prosesnya. Mohon maaf kalau foto-nya agak miring karena tangan saya kesemutan (ahlesyan :-P)

vavai-update-firmware2

vavai-update-firmware3

vavai-update-firmware4

vavai-update-firmware5

Setelah proses update, saya melakukan restart server dan menggunakan CD/DVD HP Start Smart untuk melakukan konfigurasi RAID storage. Berikut adalah prosesnya :

20141116_091211

Setelah booting dan masuk ke menu, pilih menu Maintenance

20141116_091413

Pada pilihan berikutnya, pilih menu HP Array Configuration and Diagnostics

20141116_091446

Pada pilihan Select an available device, pilih RAID Controller yang tersedia

20141116_091509Pada menu Available Tasks, pilih menu Controller settings, Arracy Accelerator Settings dan Physical Driver Write Cache Settings, kemudian aktifkan write cache ratio dan nobatterywritecache pada masing-masing pilihan yang tersedia. Lihat screenshot berikut untuk gambar lebih jelas.

20141116_091541

20141116_091550

20141116_091603

20141116_091614

Sebagai tambahan informasi, pilihan nobatterywritecache bisa diaktifkan, namun HP akan memperingatkan bahwa jika tiba-tiba power off, data yang sedang diproses bisa jadi akan hilang karena tidak disimpan sementara di battery backup. Artinya, jika pilihan ini dijalankan, pastikan server dilindungi oleh UPS dari kemungkinan mati listrik mendadak.

Contoh diatas saya menggunakan skema RAID-0. Ini hanya ilustrasi, rekomendasinya adalah menggunakan RAID 1+0 untuk production server, terutama untuk data yang sifatnya penting.

Berikut adalah hasil test kecepatan setelah proses update firmware, dengan menggunakan perintah yang ada di artikel ini : Tips Mengecek Kecepatan dan Performa Baca-Tulis Harddisk

vavai-hp-proliant-write-performance

Nov
17
2014

Update Firmware pada Server HP/Compaq Proliant-Bagian 1

Salah satu masalah utama pada 2 unit server HP Proliant ML 370 G5 yang tiba di markas Excellent beberapa waktu yang lalu adalah lambatnya akses write pada harddisk yang menggunakan RAID Controller P400. Masya kecepatan write hanya 4 MB/s??

Saya sudah coba menggunakan beberapa kombinasi baik RAID 1+0, RAID 5, RAID 1 bahkan RAID 0, hasilnya tetap poor performance. Saat mengeceknya menggunakan HP Smart Start maupun HP ACUCLI, diketahui bahwa kombinasi cache ratio = 100% read, 0% write, pantas saja kemampuan write-nya ngeselin :-P.

Saat saya coba aktifkan pilihan nobatterywritecache dan mengubah pilihan cache ratio via hpacucli dengan perintah :

controller slot=1 modify nobatterywritecache=enable
ctrl slot=1 modify cacheratio=25/75

Pesan errornya adalah bahwa perintah kedua tidak bisa diterapkan. Baca-baca literatur lebih detail, untuk meningkatkan kecepatan write, rekomendasinya adalah menambahkan BBWC alias Battery Backup Write Cache, yang sialnya tidak include didalam server yang saya beli ini.

logo

Saya sudah hendak menyerah dan berniat membeli BBWC di Ebay atau Amazon namun sempat terpikir, kenapa tidak mencoba update firmware, siapa tahu bisa jadi clue untuk perbaikan performa. Akhirnya saya coba download HP Service Pack for Proliant (SSP). Saat tulisan ini saya buat dan saat saya lagi oprek server tersebut, versi SSP terbaru adalah 2014.09.0, yang sialnya, sudah tidak lagi support HP server Proliant G5. Saya coba cari di archive SSP, versi terakhir yang support Server Proliant G5 adalah SSP versi 2014.06.0. Okelah, saya akan coba download file iso ini yang berukuran sekitar 3.5 GB.

Masalah berikutnya muncul. Untuk download SSP, HP meminta syarat adanya garansi/support yang masih berlaku. Lha ini server lama, sudah tidak ada garansi support lagi. Akhirnya saya coba cari di Google dan mendapatkannya. Untuk mendapatkannyapun mesti berjuang, saya mesti mendownloadnya via server cloud Excellent yang ada di Singapore karena download langsung dari markas Excellent lambat sekali.

hp-ml-370-g5

SSP sudah didapatkan, saat dijalankan ternyata tidak berjalan secara normal, dalam arti tidak mau melakukan update firmware. Saya sempat membaca dari beberapa referensi, ternyata saya mesti melakukan update dulu menggunakan file ISO lainnya, nama file iso-nya : firmware-10.10-0.iso. File ini saya dapatkan dari browsing di Google dan saya download via server cloud Excellent yang ada di Singapore kemudian baru saya download via server Jakarta dan Bekasi.

Setelah kedua file ISO tersebut saya dapatkan, saya burning ke DVD dan saya siap melakukan update firmware. Perjalanan yang panjang hanya untuk update firmware, tapi saya no retreat no surrender ;-). Seperti moto openSUSE : Have a lot of fun :-D

Tulisan ini akan berlanjut ke bagian kedua, karena saya butuh mengumpulkan screenshot :-)

Bagian kedua tulisan ini bisa dibaca disini : Update Firmware pada Server HP/Compaq Proliant-Bagian 2

Nov
17
2014

Mengecek Kondisi Bandwidth dan Kualitas Network dengan Iperf

Iperf adalah alat untuk mengukur bandwidth dan kualitas link jaringan, tersedia pada sistem Linux, berukuran kecil dan dapat diinstall dengan mudah. Pada openSUSE atau SLES, perintahnya adalah :

zypper in iperf

Pada distro Debian atau Ubuntu perintah zypper in bisa diganti menjadi apt-get install menjadi :

apt-get install iperf

Sedangkan pada distro Red Hat, CentOS, Fedora dan turunan Red Hat lainnya, iperf bisa diinstall dengan perintah yum :

yum install  iperf

contoh-koneksi-network

 

Jika saya ingin mengecek kualitas koneksi dan bandwidth antara 2 buah komputer, misalnya antara server IP 192.168.2.22 dengan klien IP 192.168.2.21, maka saya melakukan instalasi dikedua komputer dan  menjalankan perintah berikut melalui terminal/konsole di server :

iperf -s

Kemudian disisi klien menjalankan perintah untuk koneksi :

iperf -c 192.168.2.22

Setelah itu, coba test melakukan penyalinan data antara server dengan klien, misalnya data sebesar 1-2 GB, maka iperf window akan menampilkan rata-rata bandwidth diantara kedua komputer seperti screenshot berikut ini :

vavai-iperf1

vavai-iperf2

Kedua screenshot diatas menampilkan koneksi diantara 2 buah server virtualization berbasis Proxmox yang masing-masing memiliki 2 buah network card. Network card pertama digunakan untuk manajemen sedangkan network card kedua terhubung dengan switch gigabit untuk keperluan storage.

Selain digunakan untuk hal sederhana seperti diatas, Iperf juga memiliki beberapa parameter yang bermanfaat untuk digunakan, salah satu contohnya ada pada panduan di artikel ini : iperf: a simple but powerful tool for troubleshooting networks. Iperf juga bisa dikombinasikan dengan aplikasi jperf berbasis Java untuk menampilkan kondisi bandwidth secara visual.

Nov
17
2014

Mardin Wijaya: Instalasi Mysql di Slackware

Ini adalah catatan saya apabila lupa settingan konfigurasi dan sekaligus share ke teman - teman yang pakai linux khusus nya Slackware dengan cara install mysql di Slackware :-D

Ok langsung saja saya bahas tentang install MySql di Slackware, kebetulan saya pakai Slackware 13.37.
  • Saya beri hak akses dahulu pada /etc/rc.d/rc.mysqld dengan perintah :
          # chmod 755 /etc/rc.d/rc.mysqld
  • Setelah saya buat hak akses nya maka saya teruskna dengan install mysql_db nya dengan perintah :
          # mysql_install_db
  • Nah setelah perintah yang diatas dijalankan maka akan seperti ini :



Installing MySQL system tables...
OK
Filling help tables...
OK
To start mysqld at boot time you have to copy
support-files/mysql.server to the right place for your system
PLEASE REMEMBER TO SET A PASSWORD
To do so, start the server, then issue the following commands:
/usr/bin/mysqladmin -u root password 'new-password'
/usr/bin/mysqladmin -u root password -h fhuw password 'new-password'
Alternatively you can run :
/usr/bin/mysql_secure_installation
which will also give you the option of removing the test
databases and anonymous user created by default. This is
strongly recommended for production servers.
See the manual for more instructions.
You can start the MySQL daemon with:
cd /usr ; /usr/bin/mysqld_safe &
You can test the MySQL daemon with mysql-test-run.pl
cd /usr/mysql-test ; perl mysql-test-run.pl
please report any problems with the /usr/bin/mysqlbug script!
  • Langkah selanjutnya adalah mengubah owner pada /var/lib/mysql dengan perintah :
          # chown -R mysql:mysql /var/lib/mysql
  • Setelah perintah yang diatas dilaksanakan , maka perintah selanjut nya :
          # cp /usr/share/mysql/mysql.server /etc/rc.d/rc.mysql
  • Sekarang kita bikin rc.mysql bisa di eksekusi dengan hak akses rwx-rx-rx, dengan perintah :
          # chmod 755 /etc/rc.d/rc.mysql
  • Setelah diberikan hak akses nya, maka kita akan coba menjalankan nya dengan perintah :
          # /etc/rc.d/rc.mysql start
  • Setelah berhasil running, kita akan membuat password untuk user root, caranya yaitu :
          #  mysqladmin -u root password 'isi dengan password anda'
  • Dan kita coba login ke MySQL nya :
          # mysql -u root -p
  • Apabila ada yg menanyakan password sewaktu perintah di atas dijalankan maka jawaban nya adalah password yang di buat waktu kita bikin password di MySQL, kalau sukses masuk nya akan seperti seperti picture di bawah ini :