Setelah persiapan selama 1 minggu, kemarin saya memindahkan file server yang tadinya berjalan pada server fisik openSUSE 11.1 IBM X Series menjadi server virtual Xen Hypervisor diatas SLES 11. Kebetulan ada server backup HP Proliant ML 150, dual processor dengan memory 4 GB. Saya memasang SLES 11 disitu, kemudian membuat xen hypervisor guest menggunakan model paravirtualization dalam modus SLES JEOS.
Saya sengaja memilih SLES JEOS agar tidak ada service-service lain yang tidak diperlukan. Pada server fisik lama,.file server tersebut digabung dengan database server dan ada beberapa service lain yang membuat performancenya kurang optimal.
Sebagai ujicoba, saya membuat xen hypervisor guest dengan virtual memory sebesar 512 MB. Meski pemakaiannya cukup ramai, tingkat penggunaannya cukup stabil dan kecepatannya tetap bagus.
Jika tidak ada gangguan selama proses implementasi file server ini, saya akan berlanjut dengan pemindahan database server kedalam hypervisor guest. Tujuan akhir adalah peningkatan kualitas dan kecepatan proses backup & recovery.
Meski awalnya lebih terbiasa dengan aplikasi VMWare dan VirtualBox, saya relatif tidak mengalami kendala beradaptasi dengan Xen. Mungkin ini karena Xen pada openSUSE/SLES sudah dibundel sedemikian rupa sehingga saya tidak perlu menyesuaikan diri terlalu banyak.
Artikel Terkait

Tweet pada hasil pencarian Google?
Ketika mencari informasi tentang Apple iPad pada Google Search, saya terkejut dengan hasil pencarian yang diberikan Google. Ya, seperti yang anda lihat di atas, Google juga memberikan “live tweet” dari Twitter yang mengandung kata kunci pencarian. Apakah tampilan/fitur ini baru diterapkan oleh Google?
Oh ya, kalau anda tertarik mencobanya, silakan klik di sini untuk membuka Google.com (bukan Google.co.id) dan lakukan pencarian seperti biasa. ^^
Related Posts:

Teknologi NVIDIA Optimus
Notebook dengan prosesor grafis ganda dengan sistem “switch” sebenarnya sudah diperkenalkan sejak beberapa tahun lalu dan sudah digunakan pada beberapa notebook. Ya, istilah “prosesor grafis ganda” di sini merujuk pada kombinasi antara prosesor grafis terintegrasi dan prosesor grafis diskrit. Ide dasarnya adalah pengguna diberi kebebasan untuk “memilih” sendiri prosesor grafisnya -dengan bantuan switch/tombol- sesuai kebutuhan.
Apabila pengguna mengaktifkan prosesor grafis terintegrasi, maka baterai notebook bisa bertahan lebih lama, namun konsekuensinya adalah kinerja grafis yang menurun drastis. Sebaliknya, apabila pengguna mengaktifkan prosesor grafis diskrit, maka kinerja grafis notebook akan maksimal, tetapi waktu hidup baterai notebook akan jauh lebih pendek. Nah, NVIDIA memberikan solusi atas masalah yang dilematis ini melalui teknologi Optimus. Apa itu?
NVIDIA Optimus merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sistem untuk mengatur kapan harus menggunakan grafis terintegrasi dan kapan harus menggunakan grafis diskrit … secara otomatis! Ya, NVIDIA menganalogikan teknologi ini seperti mobil hybrid, yang bisa secara otomatis “berpindah” dari penggunaan bensin ke listrik sesuai kebutuhan. Pada notebook dengan Optimus, sistem akan mengaktifkan grafis diskrit pada saat anda menonton film definisi tinggi, bermain game, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan kinerja grafis lebih. Sebaliknya, saat anda hanya melakukan berbagai pekerjaan ringan seperti mengetik, memeriksa e-mail, atau mendengarkan musik, maka sistem akan mengaktifkan grafis terintegrasi untuk menghemat pemakaian baterai notebook. Semua dijalankan secara otomatis dan anda tidak perlu melakukan restart/reboot saat sistem berpindah mode grafis. Wow!

Kinerja Grafis vs Daya Tahan Baterai
Dari grafik di atas, anda sudah bisa mengetahui keuntungan Optimus, yaitu mengoptimalkan kinerja grafis sekaligus daya tahan baterai pada notebook. Bagi pengguna notebook yang suka bermain game atau menonton film, solusi NVIDIA Optimus ini sangat menarik. Ya, mereka tidak perlu lagi takut kehabisan baterai secara cepat saat melakukan aktivitas-aktivitas yang membutuhkan kinerja dari kartu grafis diskrit.
ASUS telah merilis sebuah notebook yang menggunakan NVIDIA Optimus, yaitu ASUS UL50VF dan hasilnya memuaskan. Dengan kombinasi Intel GMA 4500MHD dan GeForce G210M, notebook ini memiliki waktu hidup sekitar 8 jam saat menggunakan Optimus. Memang penggunaan prosesor CULV Intel Core 2 Duo SU7300 juga turut memberikan andil pada kuatnya daya tahan baterai notebook ini, tetapi Optimus juga sudah menunjukkan “kemampuannya”.
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Optimus, silakan langsung menuju ke halaman resminya. Oh ya, Optimus baru berjalan dengan lancar pada sistem operasi Windows. Bagi pengguna Linux, tampaknya anda harus menunggu update driver yang mendukung Optimus, yang kabarnya akan dirilis tidak lama lagi. Bagaimana pendapat anda? ^^
Related Posts:
.... Lelah menangani pekerjaan sehari-hari, mengutak-atik MacBook 2.1 warisan menjadi kesenangan tersendiri. Salah satu Fitur andalam Macintel 2.1 adalah iSight, built-in webcam yang tampak bak sebuah noktah kecil pada layar MacBook 2.1. Secara default kernel 2.6.32-12 linux ubuntu patched tidak memindai kamera tersebut, meskipun kernel tambun ini sudah menanam sekian banyak driver webcam dibawah naungan v4l. Masalah utama-nya ada pada firmware webcam, sangat mudah menemukan cara mengaktifkan iSight, selama bersedia melakukan googling.Menggunakan aplikasi video booth cheese dengan mudah mengetahui apakah kamera terdeteksi atau tidak, intalasi default menyuguhkan :
![]() |
Menurut banyak forum, cara termudah mengaktifkan iSight adalah dengan melakukan mounting Partisi MacOSX dan meminjam driver MacOSX, tampaknya inilah hal paling banyak dilakukan user, mereka tidak menanggalkan OSX pada mesin ketika ingin mencoba Linux, atau barangkali bagi banyak orang Linux adalah system operasi pinggiran yang belum layak diberikan tempat utama, lebih-lebih pada mesin seperti MacBook yang senantiasa dijual secara paripurna, dimana OSX hanyalah Bonus atas Pembelian mesin MacBook. Mac produksi Apple, bukan sekedar sebuah Mesin, Apple sukses bertahun-tahun dengan inovasi dan pengelolaan citra sangat baik, desain elegan, mutu tinggi dan citra mewah sudah menjadi semacam adagium fenomenal. Mesin buatan Apple telah sekian lama menjadi alat bantu berharga bagi banyak pekerja multi-media, film, suara dan gambar, meskipun istilah iBook sempat diperkenalkan, namun nama MacBook tetap lebih menarik. Huruf i didepan nama produk Apple, kini menjadi penanda. iPod, iPhone, iPad
Kembali ke iSight, ketika MacBook ditenagai hanya dengan OS kelas Pinggiran sebagaimana ubuntu GNU/Linux, dibutuhkan trik tersendiri untuk mengaktifkan-nya. Bermodal browsing dan copy paste. iSight beroperasi mulus.
![]() |
Bahkan pada skype for Linux, iSight beroperasi sebagaimana mestinya :
![]() |
Issue, MacBook menjadi lebih panas dengan ditenagai ubuntu tidaklah selalu benar, MacBook 2.1 cenderung panas pada bagian prosessor, baik di-install OSX bawaan, maupun ubuntu. Kadar panas sulit diukur, namun temperatur prosessor berkisar 57 derajat celsius dengan tingkat paling panas 128 derajat celsius. Tak tahulah apakah ini wajar (?)
Jawabnya ada di relung hati ....
Mau buat repositori di labolatorium Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS, tapi kayaknya lebih enak nunggu versi Long Term Support.
Versi Long Term Support
Versi Long Term Support Desktop dan Server
Versi Long Term Support untuk desktop dan server. Dengan dukungan yang lama, agar kegiatan bisnis bagi perusahaan atau pribadi dapat terus berjalan dengan sempurna menggunakan UBUNTU.
Versi Standar
Ini adalah versi standar dengan dukungan terbaik dari Komunitas Open Source yang bisa digunakan untuk kepentingan pribadi dan disediakan pembaruan secara rutin.
Saat Rilis Utama
Dilakukan setiap jangka waktu 6 bulanan, dengan dukungan penuh kepada Versi Long Term Support dengan banyak perbaikan terutama yang ditemukan pada versi-versi sebelumnya, agar seluruh pengguna mendapatkan kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan UBUNTU.
Versi Long Term Support Server
Ketika dukungan untuk Versi Long Term Support Server diperpanjang.
Mungkin kita sering melihat seseorang yang sangat antusias dalam bidang tertentu, bahkan hal yang aneh sekalipun. Sebenarnya apa yang menyebabkan orang tersebut sangat menyukai hal aneh tersebut. Sebagai contoh, orang yang cinta sepakbola dan sangat suka nonton bola. Walaupun acara bola ada dipagi hari sekalipun, pasti dia akan sempat-sempatkan untuk bangun. Untuk mendukung jadwal nonton bolanya pun dia sempat-sempatkan tidur siang dan bahkan dia persiapkan cemilan.
Apa yang membuat saya cintai Linux?
1. Tertarik
Saya tertarik Linux saat masih duduk dibangku SLTP, walaupun belum ada kesempatan untuk mengenal dan memperdalam Linux lebih jauh. Mungkin rasa tertarik inilah yang membuat saya masih bertahan untuk mempelajari Linux lebih dalam dan lebih dalam lagi.
2. Suka
Setelah saya tertarik, saya akhirnya menggunakan Linux. Semenjak dibangku SLTA saya aktif menggunakan Linux bersanding dengan sistem operasi lain. Saya suka Linux karena saya bisa menjelajah apa yang belum pernah saya ketahui, mulai dari bootloader sampai desktop yang biasa saya gunakan.
3. Hobi
Tidak terasa kesukaan saya menjelajahi Linux berubah menjadi hobi, layaknya orang yang pergi memancing karena mendapatkan kepuasan batin. Itulah yang saya rasakan dengan Linux.
4. Yakin
Yakin kita bisa menjalankan kegiatan sehari-hari dengan Linux. Karena hobi saya pada Linux, akhirnya beberapa sistem operasi lain nonLinux pun terlupakan. Dan ternyata yang biasa saya lakukan pada sistem operasi lain itupun bisa saya lakukan di Linux.
5. Tantangan
Sering saya dengar Linux itu susah, banyak error, banyak masalah, dan lain sebagainya. Berawal dari diri saya yang gemar akan sesuatu hal yang baru, walaupun itu merupakan hal yang sulit namun patut di coba kenapa tidak?. Dan ternyata tidak serumit yang dibayangkan, Pengguna Linux lain senang berbagi kok.
6. Komunitas
Saya gemar ngobrol dengan orang, bercerita apapun yang bisa membuat saya mengetahui hal baru yang mungkin terlewatkan oleh saya. Dan ternyata saya dapatkan di Komunitas Linux, hal ini dapat mendukung hobi dan kesukaan saya terhadap Linux.
Hal-hal tersebut yang membuat saya Cintai Linux, mungkin berbeda saya dengan orang lain. Tapi ini yang terjadi dalam diri saya.
Terima kasih untuk Linus dan RMS atas semangat untuk kebebasannya, saya benar-benar merasa bebas menggunakan Linux dan Free Software. Semoga pengalaman saya memotifasi teman-teman pembaca untuk Cintai Linux dengan alasan apapun.
Salam,

Pemberitahuan mengenai tampilan baru Facebook
Ketika membuka Facebook siang ini, saya terkejut dengan tampilan halaman awal (homepage) pada akun Facebook saya. Ya, tampilan homepage FB saya berubah dan saya mendapatkan pemberitahuan mengenai tampilan baru ini pada bagian atas homepage. Anehnya, ketika saya meminta seorang teman untuk membuka akun FB miliknya, tampilan homepage-nya belum “diperbarui”. Jadi, bagaimana tampilan baru homepage FB ini?
Perubahan terbesar terjadi pada penempatan berbagai menu pada homepage FB. Tidak ada lagi menu yang diletakkan pada tab bagian bawah, kecuali menu untuk Facebook Chat. Menu yang berhubungan dengan profil dan pengaturan akun diletakkan di kanan atas. Menu notifikasi dan friend request diletakkan di kiri atas (sebelah logo FB). Silakan klik pada gambar di bawah untuk memperbesar tampilannya.
Facebook sendiri menyediakan sebuah halaman khusus sebagai panduan untuk tampilan homepage baru ini dan saya sudah “memotret” halaman tersebut. Silakan klik pada gambar di bawah ini untuk mendapatkan versi yang lebih besar.
Oh ya, anda juga bisa mengakses halaman tersebut di sini. Secara umum, saya cukup menyukai tampilan baru homepage Facebook ini. Tampilannya tampak lebih bersih, lebih teratur, dan lebih sederhana. Bagaimana dengan anda? ^^
Related Posts:
Tutorial Sebelumnya :
- Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Pertama : Instalasi Sistem Dasar
- Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Kedua :Instalasi & Konfigurasi DNS Server
INSTALASI PAKET & LIBRARY TAMBAHAN
Pada tutorial sebelumnya kita sudah melakukan setting sistem dasar berbasis openSUSE text mode / server dan melakukan konfigurasi DNS lokal, jadi kita sekarang bisa berlanjut ke persiapan akhir sebelum instalasi Zimbra, yaitu menambahkan beberapa paket atau library yang dibutuhkan oleh Zimbra. Berikut adalah caranya :
- Install paket berikut : fetchmail perl-Bit-Vector perl-Carp-Clan perl-Convert-UUlib
perl-Data-ShowTable perl-Date-Calc perl-DBD-mysql perl-IO-Socket-SSL perl-Net-DNS perl-Net-IP perl-Net-SSLeay perl-Socket6 perl-Unix-Syslog perl-YAML. Install semua paket tersebut menggunakan YAST | Software | Software Management atau langsung melalui konsole/terminal menggunakan zypper dengan perintah sebagai berikut :zypper in fetchmail libgmp3 perl-Bit-Vector perl-Carp-Clan perl-Convert-UUlib perl-Data-ShowTable perl-Date-Calc perl-DBD-mysql perl-IO-Socket-SSL perl-Net-DNS perl-Net-IP perl-Net-SSLeay perl-Socket6 perl-Unix-Syslog perl-YAML
Catatan : Jika anda menggunakan susestudio untuk membuat Zimbra Appliance berbasis openSUSE JeOS, tambahkan list paket aplikasi lengkap sebagai berikut : aa_base branding-openSUSE compat-openssl097g cron curl dhcpcd fetchmail gmp grub hwinfo insserv iputils kbd libexpat0 libidn libstdc++43 libzypp licenses limal-ca-mgm limal-ca-mgm-perl limal-perl mkinitrd module-init-tools netcfg openssh openSUSE-build-key openSUSE-release perl perl-base perl-Bit-Vector perl-Bootloader perl-Carp-Clan perl-Config-Crontab perl-Convert-UUlib perl-Crypt-SmbHash perl-Crypt-SSLeay perl-Data-ShowTable perl-Date-Calc perl-DBD-mysql perl-DBD-SQLite perl-DBI perl-Digest-HMAC perl-Digest-MD4 perl-Digest-SHA1 perl-doc perl-File-Tail perl-gettext perl-HTML-Parser perl-HTML-Tagset perl-IO-Socket-INET6 perl-IO-Socket-Multicast perl-IO-Socket-SSL perl-libwww-perl perl-Net-Daemon perl-Net-DNS perl-Net-IP perl-Net-SSLeay perl-NetxAP perl-Parse-RecDescent perl-PlRPC perl-RPC-XML perl-Socket-MsgHdr perl-Socket6 perl-TermReadKey perl-TermReadLine-Gnu perl-TimeDate perl-Unix-Syslog perl-URI perl-X500-DN perl-XML-LibXML perl-XML-LibXML-Common perl-XML-NamespaceSupport perl-XML-Parser perl-XML-SAX perl-XML-Simple perl-XML-Writer perl-XML-XPath perl-YAML PolicyKit polkit-default-privs procps pwdutils rpcbind rpm rsync sudo sysconfig syslog-ng vim w3m wget yast2-firstboot yast2-live-installer yast2-ncurses yast2-perl-bindings zypper
- openSUSE 11.2 membundel libgmp3 padahal Zimbra membutuhkan paket aplikasi gmp. Paket aplikasi gmp untuk openSUSE 11.2 pada openSUSE Build Service hanya menyediakan source rpm. Kita bisa mengatasi masalah ini dengan cara melakukan instalasi gmp versi sebelumnya (menggunakan paket yang disediakan untuk openSUSE 11.1). Non aktif semua repo melalui YAST | Software | Software Repositories atau melalui konsole dengan perintah sebagai berikut :
zypper mr -da zypper ar http://download.opensuse.org/repositories/qfix/openSUSE_11.1 gmp zypper ref yast sw_single
Cari dan temukan paket gmp, kemudian pilih Accept untuk melakukan instalasi. Jika YAST komplain mengenai dependency, pilih saja pilihan downgrade libgmp
`

- Tambahan : Instalasi paket-paket berikut jika nantinya berencana melakukan improvement anti spam dan anti virus : pyzor, razor, spf and dcc. Download dan install paket tersebut melalui openSUSE Build Service : http://software.opensuse.org/search
Tutorial Berikutnya (Terakhir) : Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Keempat : Instalasi Zimbra Mail Server








