Mar
18
2010

Single Sign On Zimbra+PDC dengan External LDAP Authentication

Salah satu prinsip dasar Single Sign On adalah kesamaan user name dan password pada berbagai aplikasi, misalnya antara Active Directory/File Server, Zimbra Mail Server, Squid Proxy Server dan aplikasi web server. Single Sign On dapat ditempuh dengan menggunakan LDAP sebagai database penyimpanan user name dan password.

Zimbra mail server menggunakan LDAP sebagai database penyimpanan daftar accountnya. Bagaimana jika kita sudah memiliki data LDAP dan ingin menggunakannya sebagai user authentication di Zimbra ?

Pada tutorial ini saya menggunakan openSUSE/SLES PDC+OpenLDAP dengan nama host pdc.vavai.info dan mengaktifkan 2 port yaitu port standar LDAP 389 dan port SSL 636. Jika menggunakan firewall, port tersebut harus dimasukkan kedalam kategori “allow service”. Jangan lupa catat konfigurasi bind dn pada LDAP PDC.

Untuk Zimbra, settingnya adalah sebagai berikut :

  1. Masuk ke Zimbra Admin
  2. Pilih nama domain yang ingin dikonfigurasi. Jika menggunakan skema multi domain, kita harus melakukan konfigurasi untuk masing-masing domain, meski semuanya merujuk ke LDAP yang sama.
  3. Pilih menu Configure Authentication. Menu ini ada pada tab bagian atas, deretan Save, Close & New :-)
  4. Pada Authentication Mode pilih External LDAP
  5. Lihat contoh berikut untuk konfigurasi LDAP
    `

    Setelah setting diatas disesuaikan, klik Next.
  6. Tampilan berikutnya adalah konfigurasi bind DN LDAP. Bind DN ini maksudnya konfigurasi user admin/manager yang digunakan untuk mengakses LDAP. Untuk memasukkan konfigurasi bind DN, beri tanda centang pada pilihan Use DN/Password to bind to external server kemudian isikan bind DN-nya. Contoh pada PDC saya : cn=Administrator,dc=vavai,dc=info. Jangan lupa masukkan juga passwordnya
  7. Pada wizard berikutnya, masukkan nama user dan password LDAP sebagai media testing, kemudian klik Test. Jika konfigurasi benar, Zimbra akan memberikan konfirmasi, Authentication Test Result : Authentication test successful. Jika masih ada pesan kesalahan, periksa ulang kesesuaian konfigurasi LDAP PDC dengan konfigurasi yang dimasukkan.
    `

Perlu diingat bahwa konfigurasi diatas masih tetap memerlukan pembuatan mailbox pada Zimbra, hanya saja kita tidak perlu membuat password karena authentikasi akan diproses oleh LDAP PDC. Untuk integrasi penuh, silakan merujuk pada dokumentasi berikut : UNIX and Windows Accounts in Zimbra LDAP and Zimbra Admin UI

Artikel Terkait

Mar
18
2010

Jelajah Komputer dengan OS Linux

Informasi berikut didapat dari situs (www.ukmnice.com (http://www.ukmnice.com/)) Unit Kegiatan Mahasiswa Nusantara Informatic Center ( UKM NICE ) Universitas Nusantara PGRI...
Mar
18
2010

Dedy Hariyadi: AOSI Mengecam IIPA

tanya siapa?
Asosisasi Open Source Indonesia (AOSI) beberapa waktu lalu sukses mengadakan Global Conference on Open Source di Jakarta. Komunitas Ubuntu Jogja pun dipercaya sebagai Komunitas FOSS terbaik bersama Komunitas Blender Indonesia. Kami sebagai komunitas bangga dengan terselenggaranya acara sekelas Global Conference on Open Source. Namun pada bulan Februari 2010 suatu koalisi sektor swasta di Amerika, IIPA (The International Intellectual Property Alliance) meminta U.S. Trade Representative (USTR) untuk memasukkan Indonesia dalam "Special 301 watch list". Tidak hanya Indonesia ada beberapa negara antara lain, Brazil, India, Filipina, Thailand dan Vietnam. Hal ini cukup membuat kaget kita semua. Oleh sebab itu AOSI membuat pernyataan sikap terhadap usulan IIPA ini. Berikut kutipan pernyataan sikap AOSI yang dapat diakses pada http://aosi.or.id/aosi-IIPA.php.

PERNYATAAN AOSI MENGENAI USULAN IIPA UNTUK MEMASUKAN 
INDONESIA KE DALAM SPECIAL 301 WATCH LIST
No. 005/AOSI/LOS/III/2010

Bulan Februari 2010, International Intellectual Property Association (IIPA) meminta U.S. Trade Representative (USTR) untuk memasukkan Indonesia, Brazil, India, Filipina, Thailand dan Vietnam dalam "Special 301 watch list". Alasannya antara lain adalah kebijakan pemerintah negara-negara ini untuk mendorong penggunaan Open source Software (OSS) di Institusi Pemerintah.

Pemerintah Indonesia melalui Surat Edaran Menteri PAN Nomor: SE/01/M.PAN/3/2009 menganjurkan Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah agar menggunakan perangkat lunak legal, yang salah satunya adalah Open Source Software atau OSS. Anjuran penggunaan Open Source Software ini dianggap mendorong mindset yang tidak menghargai kreasi Intellectual Property dan membatasi institusi pemerintah untuk memilih solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan organisasi dan kebutuhan rakyat Indonesia.

Sehubungan dengan permintaan IIPA tersebut, Asosiasi Open Source Indonesia menyatakan sikap sbb:
  1. AOSI menyayangkan sikap IIPA sebagai salah satu lobby group dari Amerika Serikat, yang telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunakan perangkat lunak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan.
  2. IIPA telah berusaha mengaburkan keterbukaan dalam pilihan antara lain penggunaan OSS, dengan cara menekan setiap usaha untuk mencari alternatif dari keharusan menggunakan produk dari pihak tertentu dan menghindar untuk bersaing secara sehat.
  3. Berbagai pihak, terutama Open Source Initiative (OSI) secara kategorik telah menolak sikap IIPA tersebut, dan mengecam sikap tidak adil IIPA terhadap OSS, dan menyebutnya sebagai kasus mencolok mata dalam penegakan hukum yang selektif untuk menyembunyikan absurditas dari klaimnya dengan sempitnya penerapan yang dilakukan (It is a blatant case of selective enforcement, one which hides the absurdity of it's claims by the narrowness of their application).
  4. AOSI sepakat dengan OSI bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya OSS di Indonesia.
  5. AOSI sepakat dengan organisasi sejenis dari Amerika Serikat yaitu Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.
  6. AOSI menghimbau agar Pemerintah dapat secara tegas menetapkan posisinya terhadap tindakan IIPA tersebut, mengingat bila Indonesia dimasukkan ke dalam Special 301 Watch List,dampaknya dapat berlaku pada bidang perdagangan secara umum
  7. AOSI menyerukan agar pemanfaatan OSS tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing.
  8. AOSI mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong anak bangsa dalam melakukan inovasi dan kreasi dalam bidang TIK, untuk membentuk kemandirian, membantu tumbuhnya perekonomian dan kelancaran jalannya pemerintahan yang bersih serta ikut serta dalam membangun kesejahteraan bangsa.
Jakarta, Maret 2010
Atas nama Komunitas Open Source Indonesia
Asosiasi Open Source Indonesia
Mar
18
2010

Dedy Hariyadi: [Lowongan] Cisco System Engineer

tanya siapa? Salah satu distributor Cisco di Jakarta membutuhkan staff Cisco System Engineer. Adapun persyaratannya sebagai berikut :
- Telah menyelesaikan program CCNA/Discovery/Exploration 1-4
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Memiliki kemauan untuk belajar ilmu baru
- Paham dengan Bahasa Inggris (pasif)

Silakan kirimkan CV dan dokumen pendukung lainnya ke rudiono@ecsindo.com sebelum 1 April 2010.
Mar
18
2010

Putu Wiramaswara Widya: Kelas Belajarku Keren =D

tanya siapa?
Weh, liburan Nyepi kali ini diwarnai dengan aksi gila seorang teroris Facebook terselubung berinisial IRF bersama si Mujadid dan aksi balasan perang yang diberikan IBDW dan 26.000-an anak muda Bali yang memisuh misuh gitu loh.

Ah sudahlah, ini hanyalah salah satu teknik dan uji coba yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Hindu di Bali pada umumnya untuk mengendalikan Tapa Brata Amati Geni alias Tak boleh berapi-api, nyulut api, ngidupin api dan ngebakar rumah di Hari Raya Nyepi. Tak boleh melawan uji coba tuhan, kita ikuti saja apa saja tes yang diberikan dan jangan melawan dengan melakukan berbalas pantun misuh, sedikit meniru gayanya Mentri Kominfo kita, namun yang biasanya menggunakan pantun kali ini diganti dengan memisuh..Wakakakakak..

OK, postingan pada hari biasa ini, saya akan mengekspos kembali ruang kelas saya yang tiba-tiba wah lagi. Setelah wah sebelumnya, kali ini ada wah kedua. Yaitu LCD Projector dan Slide-nya sudah nyantol di ruangan kelas saya.

Pada awal gedung baru untuk kelas XI IPB, XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3 sudah diplaspas, sebuah slide projector bermerk GTC sudah siap dan bisa dinaik-turunkan oleh teman saya. Namun, yang sebenarnya terpenting adalah adanya LCD projector. Sayangnya, pada mulanya LCD projector ini gak ada, cuman penyangga di flafon-nya saja. Heheh. Jadilah sang slide screen dimain-mainkan oleh teman-teman Wong Ndeso™ yang Kat®ok gitu loh.

Nah setelah nyepi kemaren, akhirnya hutang-hutang sekolah untuk fasilitas di kelas saya dibayar juga, LCD projector bermerk BenQ akhire dipasang jugak :D. Namun awalnya sih tidak diatur dengan benar, karena LCD dipasang terbalik dan gambar jadi terbalik. Dengan inisiatif sendiri, langsung saya atur itu LCD agar mau menyesuaikan posisinya yang terbalik dan menggantung di flafon.

Jadideh, sangat mantab jaya™. Bisa digunakan untuk keperluan mengajar Guru tanpa repot-repot siap-siapin bongkar pasang LCD yang pada hakikatnya merepotkan diri saya sendiri (maklum, semua guru tahu saya adalah tukang pijit-pijit barang elektronik gulung kabel sejati).
Butuh skrinsut, OK ini dia. Powered by Nokia 2700 Classic :

Menurunkan slide, dengan menggunakan panel yang tersedia dan bisa dimainkan (up and down) oleh sang Kat®ok

Para Kat®ok sedang heran-herannya dan nunjuk-nunjukin gak jelas pada biasan cahaya LCD projector.

Dan ternyata, para Kat®ok-ers sangat memperhatikan kasus si-IRF, dengan ketawa-ketiwi melihat para Facebooker berbalas pantun misuh

Dan ini dalam keadaan serius (Maaf bu, anda sudah go-techno, menggunakan laotp di kelas untuk mengajar dan istilah Kat®ok tidak cocok lagi bagi anda, cuman murid-nya aja)

OK sekian, cerita aneh lainnya bisa anda terus temukan di wirama.web.id, jadi stay tune here!
Mar
18
2010

Tobiaz Tuz: Hatiku ada di hatinya…

tanya siapa?

Puisi

Aku cinta kamu sejak kita bertemu, ingin rasanya aku menyapamu

tapi masih ada dinding…

Akhirnya Alloh SWT mengijinkan kita untuk temu sapa walau hanya lewat pesan

pelan-pelan tapi pasti…

Aku mengatakan “Cinta Padamu…”

Kau jawab “iya!”

Mari kita jalani kisah ini karena jalan kita masih panjang…

Kasihku…sayangku…cintaku


Mar
18
2010

Tobiaz Tuz: Selain Linux?

tanya siapa?

Perlu gak yah kita belajar selain Linux?

Udah 2 tahun ini jarang njamah selain Linux, ya Lupa-Lupa Ingat he he he…

Ada yang mau kasih pendapat atau saran?


Mar
18
2010

Jan Peter: Sony Ericsson W508 + OpenOffice Presenter + KDE 4.4.x

tanya siapa?

Sony Ericsson W508 + OpenOffice Presenter + KDE 4.4.x = GG!

For non (Warcraft) gamer, it means:

Sony Ericsson W508 + OpenOffice Presenter + KDE 4.4.x = World Domination!

I’ve just found out that SE W508 Presenter is supported by KBluetooth. It means, I can make it as my controller for screen projection. All of controller were detected.

How to do it?

Just set your phone to be discoverable and set your laptop as discoverable as well. Connect them, and let them trust each other (you know the drill, put PIN). I’m sorry for the no screenshots. I have no camera, but the phone itself.

Hardware involved:

  • Lenovo Y41
  • Sony Ericsson W508

Software used:

  • Kubuntu Lucid
  • OpenOffice 3.2 (from Kubuntu)
  • KBluetooth
  • KDE 4.4.x (from Kubuntu)

Feel free to comment. If you have an urge in needing of screenshot, I shall reconsider to put them later. But, in the meantime I am really busy.

Mar
18
2010

Fakhrul Rijal: Amarok 2.3.0 “Clear Light” sudah bisa dibawa

tanya siapa?

PENGUMUMAN

Barusan dapet kabar dari konco-konco yang bikin AMAROK, bahwa versi 2.3.0 sudah bisa digunakan… Music Note Dan untuk mendapatkannya bisa dengan cara sebagai berikut, Yes ketikkan di terminal terdekat baris ini:

sudo add-apt-repository ppa:kubuntu-ppa/backports

sudo apt-get update

sudo apt-get install phonon-backend-xine phonon-backend-gstreamer amarok

Dan jika sudah berhasil, pasti akan mendapatkan tampilan seperti ini:

AMAROK 2.3.0

AMAROK 2.3.0

Selamat menikmati versi baru ini. Music Note

©2010 Boleh berkomentar di Layar Kosong untuk menanggapi, TerimaKasih.

.
Mar
18
2010

Fajran Iman Rusadi: Spam jaman sekarang..

tanya siapa?

Situs social networking seperti Facebook biasanya menyediakan fasilitas untuk mengundang orang lain melalui email. Sayangnya.. fasilitas ini mulai disalahgunakan untuk kepentingan spamming.. cape deh.. -_-

spam