Salah satu prinsip dasar Single Sign On adalah kesamaan user name dan password pada berbagai aplikasi, misalnya antara Active Directory/File Server, Zimbra Mail Server, Squid Proxy Server dan aplikasi web server. Single Sign On dapat ditempuh dengan menggunakan LDAP sebagai database penyimpanan user name dan password.
Zimbra mail server menggunakan LDAP sebagai database penyimpanan daftar accountnya. Bagaimana jika kita sudah memiliki data LDAP dan ingin menggunakannya sebagai user authentication di Zimbra ?
Pada tutorial ini saya menggunakan openSUSE/SLES PDC+OpenLDAP dengan nama host pdc.vavai.info dan mengaktifkan 2 port yaitu port standar LDAP 389 dan port SSL 636. Jika menggunakan firewall, port tersebut harus dimasukkan kedalam kategori “allow service”. Jangan lupa catat konfigurasi bind dn pada LDAP PDC.
Untuk Zimbra, settingnya adalah sebagai berikut :
- Masuk ke Zimbra Admin
- Pilih nama domain yang ingin dikonfigurasi. Jika menggunakan skema multi domain, kita harus melakukan konfigurasi untuk masing-masing domain, meski semuanya merujuk ke LDAP yang sama.
- Pilih menu Configure Authentication. Menu ini ada pada tab bagian atas, deretan Save, Close & New
- Pada Authentication Mode pilih External LDAP
- Lihat contoh berikut untuk konfigurasi LDAP
`

Setelah setting diatas disesuaikan, klik Next. - Tampilan berikutnya adalah konfigurasi bind DN LDAP. Bind DN ini maksudnya konfigurasi user admin/manager yang digunakan untuk mengakses LDAP. Untuk memasukkan konfigurasi bind DN, beri tanda centang pada pilihan Use DN/Password to bind to external server kemudian isikan bind DN-nya. Contoh pada PDC saya : cn=Administrator,dc=vavai,dc=info. Jangan lupa masukkan juga passwordnya
- Pada wizard berikutnya, masukkan nama user dan password LDAP sebagai media testing, kemudian klik Test. Jika konfigurasi benar, Zimbra akan memberikan konfirmasi, Authentication Test Result : Authentication test successful. Jika masih ada pesan kesalahan, periksa ulang kesesuaian konfigurasi LDAP PDC dengan konfigurasi yang dimasukkan.
`

Perlu diingat bahwa konfigurasi diatas masih tetap memerlukan pembuatan mailbox pada Zimbra, hanya saja kita tidak perlu membuat password karena authentikasi akan diproses oleh LDAP PDC. Untuk integrasi penuh, silakan merujuk pada dokumentasi berikut : UNIX and Windows Accounts in Zimbra LDAP and Zimbra Admin UI
Artikel Terkait
INDONESIA KE DALAM SPECIAL 301 WATCH LIST
- AOSI menyayangkan sikap IIPA sebagai salah satu lobby group dari Amerika Serikat, yang telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunakan perangkat lunak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan.
- IIPA telah berusaha mengaburkan keterbukaan dalam pilihan antara lain penggunaan OSS, dengan cara menekan setiap usaha untuk mencari alternatif dari keharusan menggunakan produk dari pihak tertentu dan menghindar untuk bersaing secara sehat.
- Berbagai pihak, terutama Open Source Initiative (OSI) secara kategorik telah menolak sikap IIPA tersebut, dan mengecam sikap tidak adil IIPA terhadap OSS, dan menyebutnya sebagai kasus mencolok mata dalam penegakan hukum yang selektif untuk menyembunyikan absurditas dari klaimnya dengan sempitnya penerapan yang dilakukan (It is a blatant case of selective enforcement, one which hides the absurdity of it's claims by the narrowness of their application).
- AOSI sepakat dengan OSI bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya OSS di Indonesia.
- AOSI sepakat dengan organisasi sejenis dari Amerika Serikat yaitu Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.
- AOSI menghimbau agar Pemerintah dapat secara tegas menetapkan posisinya terhadap tindakan IIPA tersebut, mengingat bila Indonesia dimasukkan ke dalam Special 301 Watch List,dampaknya dapat berlaku pada bidang perdagangan secara umum
- AOSI menyerukan agar pemanfaatan OSS tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing.
- AOSI mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong anak bangsa dalam melakukan inovasi dan kreasi dalam bidang TIK, untuk membentuk kemandirian, membantu tumbuhnya perekonomian dan kelancaran jalannya pemerintahan yang bersih serta ikut serta dalam membangun kesejahteraan bangsa.
Salah satu distributor Cisco di Jakarta membutuhkan staff Cisco System Engineer. Adapun persyaratannya sebagai berikut :- Telah menyelesaikan program CCNA/Discovery/Exploration 1-4
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Memiliki kemauan untuk belajar ilmu baru
- Paham dengan Bahasa Inggris (pasif)
Silakan kirimkan CV dan dokumen pendukung lainnya ke rudiono@ecsindo.com sebelum 1 April 2010.
Pada awal gedung baru untuk kelas XI IPB, XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3 sudah diplaspas, sebuah slide projector bermerk GTC sudah siap dan bisa dinaik-turunkan oleh teman saya. Namun, yang sebenarnya terpenting adalah adanya LCD projector. Sayangnya, pada mulanya LCD projector ini gak ada, cuman penyangga di flafon-nya saja. Heheh. Jadilah sang slide screen dimain-mainkan oleh teman-teman Wong Ndeso™ yang Kat®ok gitu loh.
Nah setelah nyepi kemaren, akhirnya hutang-hutang sekolah untuk fasilitas di kelas saya dibayar juga, LCD projector bermerk BenQ akhire dipasang jugak :D. Namun awalnya sih tidak diatur dengan benar, karena LCD dipasang terbalik dan gambar jadi terbalik. Dengan inisiatif sendiri, langsung saya atur itu LCD agar mau menyesuaikan posisinya yang terbalik dan menggantung di flafon.
Jadideh, sangat mantab jaya™. Bisa digunakan untuk keperluan mengajar Guru tanpa repot-repot siap-siapin bongkar pasang LCD yang pada hakikatnya merepotkan diri saya sendiri (maklum, semua guru tahu saya adalah tukang
Butuh skrinsut, OK ini dia. Powered by Nokia 2700 Classic :
Puisi
Aku cinta kamu sejak kita bertemu, ingin rasanya aku menyapamu
tapi masih ada dinding…
Akhirnya Alloh SWT mengijinkan kita untuk temu sapa walau hanya lewat pesan
pelan-pelan tapi pasti…
Aku mengatakan “Cinta Padamu…”
Kau jawab “iya!”
Mari kita jalani kisah ini karena jalan kita masih panjang…
Perlu gak yah kita belajar selain Linux?
Udah 2 tahun ini jarang njamah selain Linux, ya Lupa-Lupa Ingat he he he…
Ada yang mau kasih pendapat atau saran?
Sony Ericsson W508 + OpenOffice Presenter + KDE 4.4.x = GG!
For non (Warcraft) gamer, it means:
Sony Ericsson W508 + OpenOffice Presenter + KDE 4.4.x = World Domination!
I’ve just found out that SE W508 Presenter is supported by KBluetooth. It means, I can make it as my controller for screen projection. All of controller were detected.
How to do it?
Just set your phone to be discoverable and set your laptop as discoverable as well. Connect them, and let them trust each other (you know the drill, put PIN). I’m sorry for the no screenshots. I have no camera, but the phone itself.
Hardware involved:
- Lenovo Y41
- Sony Ericsson W508
Software used:
- Kubuntu Lucid
- OpenOffice 3.2 (from Kubuntu)
- KBluetooth
- KDE 4.4.x (from Kubuntu)
Feel free to comment. If you have an urge in needing of screenshot, I shall reconsider to put them later. But, in the meantime I am really busy.
PENGUMUMAN
Barusan dapet kabar dari konco-konco yang bikin AMAROK, bahwa versi 2.3.0 sudah bisa digunakan…
Dan untuk mendapatkannya bisa dengan cara sebagai berikut,
ketikkan di terminal terdekat baris ini:
sudo add-apt-repository ppa:kubuntu-ppa/backports
sudo apt-get update
sudo apt-get install phonon-backend-xine phonon-backend-gstreamer amarok
Dan jika sudah berhasil, pasti akan mendapatkan tampilan seperti ini:

AMAROK 2.3.0
Selamat menikmati versi baru ini. 
©2010 Boleh berkomentar di Layar Kosong untuk menanggapi, TerimaKasih.
.
Situs social networking seperti Facebook biasanya menyediakan fasilitas untuk mengundang orang lain melalui email. Sayangnya.. fasilitas ini mulai disalahgunakan untuk kepentingan spamming.. cape deh.. -_-




