Jan
27
2015

Mengapa Android Berbeda

Bismillahirrahmanirrahim. Esai ini membahas sisi keunggulan Linux Android di atas Linux desktop secara global. Rasa ingin tahu saya terhadap bagaimana metode paling efektif mempromosikan Linux desktop belumlah usai. Saya akan terus mencarinya. Salah satunya dengan cara para ahli SEO bekerja yakni melihat kepada lawan sekelas. Hal itu saya terapkan di dalam esai ini. Android satu […]
Jan
25
2015

IGOS Nusantara X.1 rc

IGOS Nusantara X.1 rc telah tersedia sejak tanggal 26 Januari 2015. Rilis IGN X.1 rc ini berisi: Pembaruan beragam aplikasi Firefox 35 Google Chrome 40 LibreOffice 4.3.5.2 Wine 1.7.34 Penambahan seting agar LiveUSB memakai penamaan eth0 dan atau wlan0 Penambahan […]
Jan
21
2015

Willy Sudiarto Raharjo: Security Update: samba

New security advisory has been released for Slackware 14.1 and current only, affecting samba that is being used as AD DC (Active Directory Domain Controller). Samba has been updated to 4.1.16 to fix this problem.

Current is progressing slowly with only 3 new packages introduced in this batch:
  • gdb upgraded to 7.8.2
  • alpine upgraded to 2.20
  • imapd upgraded to 2.20
Jan
17
2015

Willy Sudiarto Raharjo: Multiple Security Advisories Released

There are 4 security advisories released for slackware today and they are:
  • seamonkey: Upgraded to 2.32 for Slackware 14.0 and newer
  • freetype: Upgraded to 2.55 for Slackware 13.0 and newer
  • mozilla-firefox: Upgraded to 31.4.0esr for Slackware 14.1 and 35 for -current
  • mozilla-thunderbird: Upgraded to 31.4.0 for Slackware 14.1 and current
In -current itself there has been a slow pace of changes:
  • gcc is upgraded to 4.8.4
  • libtool is upgraded to 2.4.4
  • kernel stock is upgraded to 3.14.29
Jan
14
2015

Hendra Nuryuliansyah: FreeSSHd Buffer Overflow

Special thanks for Mr. Vivek Ramachandran Founder and Chief Trainer SecurityTube.net yang sudah share video tutorial berikut ini: www.youtube.com/embed/wdzbr4EnpX8

Dari video tutorial tersebut teman-teman ngoprek dikonfigurasiin dapat belajar mengenai buffer overflow. Mengenai buffer overflow yang telah dibahas pada video tutorial tersebut yaitu pengujian menggunakan script python yang didalamnya terdiri proses input yang berlebih pada program FreeSSHd yang sedang berjalan pada sistem operasi Windows XP SP3, sehingga program FreeSSHd tersebut mengalami kelebihan muatan dan memory tidak dapat mengalokasikannya. Ini memberikan kesempatan kepada Attacker untuk menindih data pada program FreeSSHd dan men-takeover control program yang dieksekusi attacker.



Langkah 1:
Kunjungi URL berikut >> http://www.exploit-db.com/exploits/1787/
Download Vulnerable App berupa file program FreeSSHd versi 1.0.9

1 photo 1_zps0101d9ab.png


Langkah 2:
Install Vulnerable App yaitu freeSSHd versi 1.0.9 di atas sistem operasi windows XP SP1, SP2 atau SP3. Pada contoh ini saya menggunakan SP3. Setelah freeSSHd terinstall lalu jalankan service SSH.
Listen address 192.168.20.10 port ssh 22
2 photo 2_zps51e73a40.png

3 photo 3_zps022f6d71.png


Langkah 3:
Download Immunity Debugger http://debugger.immunityinc.com/ID_register.py
Install Immunity Debugger pada Windows XP SP3 sebagai target. Kita akan attach Immunity Debugger untuk menjalankan FreeSSHd
Open the File menu dan pilih Attach
4 photo 4_zpsdc1fca57.png

Pilih proses name FreeSSHDService >> Klik tombol Attach

5 photo 5_zps700427f1.png


Langkah 4:
Ketika Immunity Debugger pertama kali attach proses suatu service yang berjalan seperti service FreeSSHd, proses eksekusi tersebut akan berhenti. Jika pada suatu saat Anda melakukan ekspoit terhadap sevice tersebut dan lalu berhenti bekerja prosesnya, maka periksa dan pastikan bahwa proses berjalan. Sebuah proses yang dihentikan sementara tidak dapat menerima koneksi masuk. Untuk itu kita coba Restart FreeSSHd melalui Immunity Debugger dengan cara klik menu Debug > Restart

6 photo 6_zps95ff4f22.png


Klik Yes.
7 photo 7_zps0296e71e.png


Klik Play untuk memberi tahu bahwa proses terus berjalan

8 photo 8_zpsee41f633.png


Tunggu beberapa saat sampai icon FreeSSHd muncul kembali menandakan bahwa service FreeSSHd kembali berjalan

9 photo 9_zps5ec62246.png


Langkah 5:
Melalui Kali Linux pastikan bahwa port 22 ssh freeSSHd pada target 192.168.20.10 terbuka

10 photo 10_zpsa07e40e9.png


Langkah 6:
Buat script python seperti di bawah ini:
vi FreeSSHd.py
11 photo 11_zpse6aaae18.png


Copy shellcode yang di dapat pada link http://www.exploit-db.com/exploits/1787/ kedalam script python yang sudah kita buat seperti gambar di atas

12 photo 12_zpscd1d376a.png


Langkah 7:
root@kali:~# chmod a+x FreeSSHd.py
Supaya script python tersebut dapat dieksekusi seperti gambar di bawah ini dan jalankan perintah berikut ./FreeSSHd.py 192.168.20.10

13 photo 13_zps967aa9d8.png


Setelah kita jalankan exploit, kita akan melihat bahwa FreeSSHd berhenti dikarenakan ada akses yang tidak sesuai dalam menjalankan eksekusi input instruksi 41414141. Sebuah alamat pengirim yang dilancarkan atacker untuk menimpa EIP register (instruction pointer) sehingga bernilai 41414141. Script python ini dengan nilai buffer "A" * 24000 berusaha untuk memberikan instruksi ke dalam lokasi memori diluar batasannya sehingga mengalami crash

14 photo 14_zps80561247.png


Restart freeSSHd dan Start melalui Immunity Debugger seperti Langkah 4

Langkah 8:
Kita sudah mengetahui bahwa ketika kita inputkan huruf “A” dalam jumlah 24000 FreeSSHd mengalami kelebihan muatan sehingga crash. Sekarang kita akan membuat pattern sejumlah 24000 menggunakan tools metasploit yang sudah ada pada Kali Linux. Melalui cara berikut:

cd /usr/share/metasploit-framework/tools/
./pattern_create.rb 24000

Copy pattern tersebut dengan cara memblok dengan kursor mouse Anda.

15 photo 15_zps32e0c380.png


Paste hasil copy pattern tersebut ke dalam script python. Buffer += “A” * 24000 dihapus saja
Tuliskan buffer += “pattern create”

16 photo 16_zpsfe746218.png


Seperti berikut hasilnya

17 photo 17_zps450ed62e.png


Langkah 9:
Eksekusi kembali script python ke target system buffer overflow 192.168.20.10
root@kali:~# ./FreeSSHd.py 192.168.20.10
Untuk mengetahui lokasi EIP kita harus mengetahui nilai EIP yaitu 326A4231 dan nilai ASCI ESP yaitu j4Bj

18 photo 18_zps24a03a30.png


Langkah 10:
Kita dapat menggunakan pattern_offset dari metasploit framework untuk menentukan di mana tepatnya 24.000 karakter pola siklik setara ASCII dari 32714131

19 photo 19_zpsf3c98515.png


Ubah script pythonnya sebagai berikut

20 photo 20_zpsdd3090a6.png


Restart freeSSHd dan Start melalui Immunity Debugger seperti Langkah 4

root@kali:~# ./FreeSSHd.py 192.168.20.10

21 photo 21_zps1e062f15.png


Restart freeSSHd dan Start melalui Immunity Debugger seperti Langkah 4

Buat script Character Generate dengan bahasa C

root@kali:~# vi CharGen.c
#include

main(int argc, char **argv)
{
int c = 0;

printf("\"");
while (c printf("\\x%.2x", c++);
printf("\"");
return 0;
}

Compile CharGen.c menggunakan gcc sehingg menjadi file compiler a.out

22 photo 22_zps9db1bcd8.png


Eksekusi file ./a.out lalu copy shellcode tersebut ke script python yang kita buat

23 photo 23_zpsd46337ce.png

24 photo 24_zpse4c7010d.png


root@kali:~# ./FreeSSHd.py 192.168.20.10

25 photo 25_zps1805530e.png

26 photo 26_zpsb218ab12.png


Restart freeSSHd dan Start melalui Immunity Debugger seperti Langkah 4

Kita hapus shellcode \x00

27 photo 27_zpsd7ef8a5e.png


root@kali:~# ./FreeSSHd.py 192.168.20.10
Pilih ESP dan kemudian klik kanan Follow in Dump
29 photo 29_zps14fde1d0.png


Dapat terlihat instruksi input yang kita berikan berhasil masuk ke dalam alamat stack

30 photo 30_zps854c6d5a.png


PAYLOAD adalah serentetan kode yang akan kita eksekusikan.
msfpayload windows/shell_bind_tcp R | msfencode -a x86 -b "\x00" -t c

Berikut ini shellcode yang akan menjadi PAYLOAD nya
Copy payload tersebut dan simpan dalam script python FreeSSHd.py

31 photo 31_zps760162e2.png


Restart freeSSHd dan Start melalui Immunity Debugger seperti Langkah 4
root@kali:~# ./FreeSSHd.py 192.168.20.10

33 photo 33_zpsae2ec67e.png


Klik kanan Search for Command

34 photo 34_zpsd2d16d44.png


35 photo 35_zps5990853b.png


Sekarang kita mendapatkan nilai ESP 77D8AF0A. Nilai ESP tersebut dimasukan dalam script python dalam keadaan terbalik

Shellcode \x90 adalah NOP kalau dalam assembly no-op atau no operation sampai instruksi selanjutnya tereksekusi maksudnya bagian yang dilewati sampai instruksi yang benar-benar tereksekusi.
Kalau NOPSLED adalah serentetan yang terdiri dari NOP sampai beberapa bytes. contoh gambar di bawah ini "\x90" * 20'`. maka kita akan mendapatkan "x90" sampai 20 bytes (20 kali).

36 photo 36_zpsd8f5ca43.png


Restart freeSSHd dan Start melalui Immunity Debugger seperti Langkah 4
root@kali:~# ./FreeSSHd.py 192.168.20.10

37 photo 37_zps29d482b1.png


*** Selamat Mencoba ***

Kategori: 
Jan
12
2015

force update date linux server

masuk ke root
install ntp

kemudian jalankan perintah ini
ntpdate -s id.pool.ntp.org

Jan
11
2015

Hendra Nuryuliansyah: Tes


$ python
Python 2.4.3 (#1, Nov 11 2010, 13:34:43)
[GCC 4.1.2 20080704 (Red Hat 4.1.2-48)] on linux2
Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
>>>

Kategori: 
Jan
11
2015

Kunto Aji: Cara Install Google Chrome di Slackware

Berdasarkan Google, browser chrome adalah browser yang dibuat untuk tujuan agar cepat, namun juga sederhana dan aman.

Google Chrome secara tidak merupakan aplikasi default pada Linux Slackware, namun Slackware memberi script untuk mempermudah instalasi Google Chrome melalui Slackbuild. Script ini dibuat oleh Patrick Volkerding dan tersedia difolder yang bernama "extra" yang terletak didalam pohon direktori Slackware.

Di dalam folder extra tersebut, terdapat folder google-chrome dimana didalamnya terdapat file README yang berisi bagaimana cara install google chrome menggunakan script google-chrome.SlackBuild.

Berikut ini adalah tutorial untuk install google chrome menggunakan script Slackbuild pada Slackware dimana menggunakan google chrome versi 39 dan menggunakan Slackware 14.1:
  1. Buka https://www.google.com/chrome/browser/desktop/index.html
  2. Klik Download dan pilih:
    • 32 bit .deb (for Debian/Ubuntu).
    • atau 64 bit .deb (for Debian/Ubuntu).
  3. Pilih paket sesuai artitektur yang digunakan:
    • 32 bit .deb (for Debian/Ubuntu) untuk Slackware 32-bit.
    • 64 bit .deb (for Debian/Ubuntu) untuk Slackware 64-bit.
  4. Download paket .deb yang telah dipilih.
  5. Jika memiliki CD/DVD installer Slackware, copy folder extra/google-chrome dan pindahkan ke folder temporari (/tmp/google-chrome atau /opt/google-chrome). Jika online, untuk Indonesia bisa download melalui http://kambing.ui.ac.id/slackware/slackware-14.1/extra/google-chrome/
  6. Pindahkan atau copy paket .deb google chrome (google-chrome-stable_current_i386.deb) ke folder yang sama, misal /opt/google-chrome/
  7. Di dalam terminal, login sebagai root:
    su -
  8. Pindah ke folder temporari:
    cd /opt/google-chrome
  9. Jalankan script google-chrome.SlackBuild sebagai root:
    sh google-chrome.SlackBuild
  10. Ketika selesai, akan muncul tulisan seperti berikut:
    Slackware package /tmp/google-chrome-39.0.2171.95-i386-1.txz created.
  11. 12. Install paket tersebut sebagai root:
    upgradepkg --install-new /tmp/google-chrome-39.0.2171.95-i386-1.txz
  12. 13. Selesai. Google Chrome dapat diakses melalui menu applications > internet atau melalui menu search aplikasi.
Jan
11
2015

Kunto Aji: Upgrade Slackware via Internet & Slackpkg

Selain melalui CD / DVD, update Linux Slackware dapat menggunakan Slackware Package Manager bernama Slackpkg dengan memanfaatkan koneksi Internet untuk mendapatkan paket atau software terbaru untuk di upgrade. Pada artikel ini menggunakan Linux Slackware 14.0 untuk upgrade ke Linux Slackware 14.1 dimana referensi utamanya adalah artikel dari UPGRADE.txt yang merupakan dokumentasi resmi dan alphadi.wordpress.com.

Langkah - Langkah Upgrade Slackware Dengan Slackpkg

1. Ubah mirror Slackware
Ubah untuk /etc/slackpkg/mirrors dan tambahkan baris http://kambing.ui.ac.id/slackware/slackware-14.1/ atau pilih repositori lain dengan lokasi terdekat dengan kota tempat upgrade Slackware berada.

2. Upgrade Linux Slackware
login sebagai root dan jalankan perintah - perintah dibawah ini
slackpkg update
slackpkg install-new
slackpkg upgrade-all
Perintah slackpkg update akan melakukan update repo, slackpkg install-new akan melakukan instalasi paket yang baru dan yang terakhir slackpkg upgrade-all akan melakukan upgrade semua paket yang telah di-install. Setelah upgrade selesai, pilih yes saat Slackware menawarkan untuk menjalankan Lilo. Setelah semua perintah diatas selesai dijalankan, maka lakukan reboot komputer.

3. Clean Linux Slackware
Dikarenakan aplikasi slackpkg itu sendiri juga di upgrade, langkah selanjutnya adalah ubah kembali /etc/slackpkg/mirrors, pilih repositori terdekat. Setelah itu jalankan perintah dibawah ini untuk membersihkan dari paket - paket yang tidak digunakan.
slackpkg clean-system

4. Cek Versi Slackware
Setelah upgrade selesai, untuk mengecek versi Slackware yang sedang digunakan, dapat menggunakan perintah berikut:
cat /etc/slackware-version

Akhir kata, untuk melakukan upgrade dengan slackpkg via internet ini yang perlu dipastikan adalah koneksi internet yang tidak terputus karena saat melakukan upgrade sepenuhnya membutuhkan koneksi internet. Total waktu yang dibutuhkan sekitar 4 jam tergantung koneksi internet.

Update
Apabila saat booting setelah upgrade terdapat info seperti dibawah ini:
/usr/sbin/alsactl: set_control:1267: failed to obtain info for control #27 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1267: failed to obtain info for control #28 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1267: failed to obtain info for control #29 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1267: failed to obtain info for control #30 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1267: failed to obtain info for control #31 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1267: failed to obtain info for control #32 (No such file or directory)
Hal itu biasanya disebabkan file /var/lib/alsa/asound.state bermasalah setelah upgrade kernel. Solusinya adalah hapus file tersebut dan buat baru.
rm /var/lib/alsa/asound.state
alsactl store
Jan
9
2015

Anjar Hardiena: Menimbang kontroversi buku sekolah vs tablet

Jujur tadinya pengen nulis pake bahasa Indonesia yang baik dan benar buat artikel ini, sudah panjang lebar akhirnya di hapus dan ketik ulang. Jujur lagi, keknya kok janggal, serasa membohongi diri sendiri, this is me, Ini loh gaya saya (shame on me yang ga bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar, sorry for that lah, mo gimana lagi kekeke). Yang penting esensinya, iya toh?

Brainwashing? Ngga lah, Ane cuman mencoba mendudukkan issue ini dari sudut pandang ane, dengan argumen yang ane punya tentu, klo ente ga sependapat monggo silahkan berkomentar, but no flamming please, ga usah takut, tidak ada kok dalam sejarah blog ini ada komentar yang di hapus, satu kali pun, selama anda menjaga nettique dan ga spamming ga ada alasan juga buat ane. Bisa di cek dari komentar2 di blog ini.

Banyak yang nyinyir dengan rencana Anies Baswedan mengganti buku pelajaran konvensional menjadi lebih pake tablet. Whadda heck, anggarannya dari mana, proyek lagi dong ujung2nya? Bahkan sempat liat di medsos ada yang berpikiran buruk pasti ini akal2annya Jokowi CS buat balikin modal kampanye. Come on, wake up men. He is your president now. Ane juga bukan penggemar Jokowi kok. Tapi bukan berarti ane harus terus bermimpi. Walaupun ane juga bukan penggemar Prabowo atau sapa aja yang jadi kandidat presiden saat kemaren. Ane juga bukan fans berat Anies Baswedan walaupun ane salut dengan apa yang telah beliau lakukan jauh sebelum namanya bapak ini ramai di perbincangkan sejak pemilu kemaren. Seriously, ga ada tendensi apa2, ga ada yg keluar duit apa2 buat saya. Sekedar ngungkapin apa yang ada di benak saya terkait kontroversi ini. Thats it.

Ide soal tablet ini ane udah kepikiran dari jauh hari, pada saat tablet speknya masih abal2 dengan OS Android Froyo, malah dari sejak ada program OLPC (One laptop per Child) yang didanai oleh LSM2 seluruh dunia waktu itu. Pernah ngobrol ke instansi terkait kasih wacana, cuman emang ga ada manfaat juga seh, kita blom secanggih itu waktu itu. Atau pejabat2 kita yg gaptek, entahlah.

Ngapain pake tablet? Ntar anak2 bukannya belajar malah maen games atau buka yang ngga2.

Segitu piciknya pikiran kita klo berpikir klo fungsi tablet cuman buat maen game. Atau jangan2 selama ini itu yang ente lakukan sehingga mindset yang ente punya berkonotasi klo TABLET = GAMES? Tinggal bikin tabletnya ga bisa internetan, di bikin ga bisa install selain epub atau pdf beres kan? Mo lebih ekstrim bikin cuman item putih. Beres kan? Ane sendiri sudah melihat tablet sebagai kebutuhan, baik buat pendukung pekerjaan ataupun buat baca ebook, artikel atawa browsing2 blog orang, walaupun ada game paling cuman di buka pas mentok sinyal ga ada, ebook atau artikel internet yang udah ane simpen offline sebelumnya dah bosen diliat, atawa (maaf) lagi di wc yang beneran sumpe udah kaga ada sinyal sama sekali dan alasan diatas.

Loh, steve jobs atawa petinggi IT aja ogah anaknya nyenggol tablet.

Balik lagi, come on. Baca/liat baik2 alasan beliau2. Klo gadget tersebut emang cuman punya fungsi buat pelajaran, yakin mereka bakal menolak? Yang mereka ogah itu kan kasih anak2nya tablet, ipad atawa gadget biar ga disalahgunakan. Lah wong tabletnya ga ada isi apa2 kek ane bilang tadi yakin mereka akan berpikiran sama kek skr? Yakin di sekolah anaknya ga pake teknologi tablet atawa apa? Jangan men-genalisir masalah dong kang. Walaupun sama2 bahas soal tablet, esensi pembicaraannya beda jauh. Yang satu teknologi buat pembelajaran, yang satu teknologi buat di tenteng terserah buat ngapain.

Gimana dengan efek radiasinya?

Sekali lagi kita bukan hidup di jaman batu. Tablet bukan hanya ipad atawa android tablet yg biasa anda beli di toko komputer. Bagi orang2 yang emang ebook freak, mereka pasti akan beli kindle yang punya teknologi e-ink buat baca ebook, bukan sekedar gaya2an tapi memang teknologinya didisain biar ga merusak mata. Ane seh ga sampe gitu juga, masing sayang duitnya. Makanya masih pilih tablet yang umum yang bisa multifungsi, at least mentok2nya masih bisa ngegame atawa liat youtube kekeke. Yes, ada teknologi e-ink yang emang didisain buat ga ngerusak mata. Yang skeptis bilang namanya layar tetap merusak mata, come on. Baca buku juga ngerusak mata kok. Waktu kecil ane sering dimarahin gara2 dikamar, lampu 5 watt, sambil tiduran baca buku wiro sableng atawa kho ping hoo, takut rusak matanya kata orang tua kekeke…

Listriknya aja susah gimana mo pake tablet?

Loh, kenapa kita yg pusing seh. Itu urusan pemerintah buat pusing. Kita gaji DPR buat berpikir, kita setor pajak biar ada yg ngurus ni negara, klo ga ada hasilnya buat apa, ga usah ada mereka aja klo gitu. Ane pernah ke perbatasan papua di daerah yang terpencil, disana ada LSM yang kasih 1 tower yang listriknya tenaga surya di share biarpun cuman dapet listrik 5 watt tiap rumah, setidaknya klo malem ga gelap gulita mereka punya kampung. Atau ke salah satu pulau di Sulawesi yang mereka swadaya beli panel surya yang klo siang ga ada listrik tapi malam setidaknya anak2nya bisa mengaji atau bercanda ria dengan rekan2nya. Ujungnya aceh yang bahkan babi hutan aja ga takut berkekiaran deket manusia? Bahkan di salah satu pelosok di pulau ibukota negara kita di pulau jawa yang masyarakatnya gotong royong bikin listrik pake tenaga air terjun dibelakang kampung, dan banyak contoh lain. Bisa aja kan pemerintah kasih 1 panel surya di tiap sekolah trus tu tablet di charge rame2. Atau gmn lah, pinter2an kita doang kok itu. Penekanan disini adalah dimana ada kemauan InshaAllah ada jalan. Klo dari awal kita udah ga mau berubah, sampe kapan bakal berubah. Agama yang ane anut ngajarin gitu, dan ane yakin agama ente juga sama bukan?

Buang2 duit rakyat, mahal!!!

Soal mahalnya, catat, Anda diboongin tukang toko!!! Tau ga harga tablet yang biasa anda beli harga satu jutaan keatas itu harga produksinya ga sampe 100-200rebu? Yang anda beli adalah merk atawa spek bukan fungsi!!!! Kasih ane duit, kasih ane regulasi biar ga harus bayar pajak tu barang (kepentingan bersama loh ya), jangan bikin susah di bea cukai, di pengiriman blabla, cukup dengan 1000 piece bahkan kurang ane bisa bawa tu barang dengan harga yg ane sebut diatas!!!! Ini bukan karena ane mo proyekan ya, lebih sekedar pembuktian omongan ane. Ga minat juga kok bisnis ginian, not my competencies. Itung aja sendiri, emang duit yg keluar buat buku sekolah selama ini ga sampe segitu? Tanya sono ma temen2 dari kemendiknas.

Anggaran lagi, proyekan lagi?

Come on, habis makan apa seh. Emang tanpa ada rencana masuk tablet ini Indonesia bersih dari korupsi dari proyek, mimpi bos!!! Realistis aja Indonesia ga akan bebas dari korupsi, setidaknya sampe 5-10 taon kedepan. Yang bisa kita lakukan adalah menekan tingkat korupsi, bukan memberangus habis. Indonesia gitu loh. Azas pesimistis soal korupsi. Terlalu idealis rasanya klo saat ini juga, detik ini juga Indonesia ga ada korupsi. Selalu ada oknum dimana2 #curcol wkwkwkw

Jadi mending habis di korupsi kitanya ga dapet apa2 atau setidaknya anak2 kita bisa punya kesempatan lebih baik. Urusan penindakan korupsi kita punya monitoring, punya KPK, punya polisi, blablabla. Buat apa mereka kita gaji pake uang pajak kita. Suruh Jokowi CS beresin aparaturnya, buat apa mayoritas kita pilih beliau jadi presiden klo ga mau benahin?

Duitnya kan sayang, kenapa ga dipake bangun atau benerin sekolah yang ada? Emang dengan kondisi sekarang sekolah bener? Banyak sekolah dibangun?

CMIIW, anggaran beli buku kurikulum 2013 aja 2 trilyun, itu di luar dana BOS. Blom klo dana BOS dikelola dengan bener. Bukannya sok tau, dikit2 dari pengalaman pernah ngajar SMA dan SMEA (SMU dan SMK sekarang red) ane ngeliat dana BOS ga seratus persen tepat sasaran kok. Banyak yang masih harus dirapikan. Ini linknya http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1014, atau malah di media ini ditulis biayanya sampe 6 trilyun yang bahkan ini masih dianggap murah http://kupang.tribunnews.com/2014/09/10/biaya-kurikulum-2013-telan-rp-6-triliun

Untuk pembangunan sekolah itu udah ada bujetnya, pos anggarannya terpisah. Jadi jangan mimpi duit buat beli buku bakal dipake buat benerin sekolah. Bukan begitu cara kerja perputaran duit di pemerintah negara yang kita cintai ini.

Ga cukup bujet, ada CSR kok, perusahaan asal di ajak omong baek2 sapa seh yang ga mau?

Tapi bener loh, ga perlu budget baru, ga perlu dana baru. Klo perlu kita sama2 geruduk pak Anies klo dia sampe pake anggaran laen. Cukup alihkan duit anggaran beli buku yang trilyun-trilyunan itu tadi jadi beli tablet sesuai bayangan dan gambaran ane diatas. Ane rasa jauh lebih bermanfaat. Bukan buat ane, buat ente. Tapi buat generasi berikutnya.